๐ ⋆ ๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐พ ๐๐๐ธ๐พ๐๐ ๐บ๐๐๐ ๐๐พ๐๐พ ๐๐ถ๐๐ ๐❁๐ ๐๐ถ๐๐๐, ๐ ๐ถ๐น๐ถ๐ฝ๐ถ๐ ๐ถ๐๐๐พ๐๐๐ถ ๐๐ถ๐๐ ๐๐ถ๐ ๐พ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ถ ๐ท๐พ๐๐พ๐ ๐๐๐๐ฉ๐ธ๐พ๐๐. ๐ ๐ ⋆ ๐
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Sedangkan angka sendiri adalah tanda atau lambang yang dipakai untuk mewakili bilangan tersebut. Pada teknik digital kita sering mendengar istilah sistem bilangan, yang merujuk pada sebuah himpunan aturan, nama, dan lambang yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah besaran fisik.
1. Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah bilangan berbasis 10 yang memiliki suku angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9. Manusia telah terbiasa menggunakan sistem bilangan ini, mungkin karena pada dasarnya manusia memiliki 10 jari tangan.
Dalam sistem bilangan desimal, setiap digit hanya bisa ditempati oleh angka 0 sd 9. Untuk bilangan yang lebih besar dari 9, maka digitnya ditambah di sebelah kiri. Pada bilangan desimal, digit yang memiliki nilai tertinggi berada si sebelah kiri, sedangkan digit yang nilainya terkecil berada si sebelah kanan. Kita sering mengenalnya dengan istilah satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dst.
2. Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan berbasis dua, sehingga hanya memiliki dua suku angka yaitu 0 dan 1. Bilangan ini merupakan sistem yang paling efisien digunakan pada perangkat digital, karena dapat mewakili informasi digital High & Low, atau Benar (True) & Salah (False).
Angka-angka pada bilangan biner disebut sebagai bit. Anda mungkin sering mendengar istilah byte, dimana istilah itu sebenarnya berarti 8 bit. artinya, sebuah byte memiliki kemungkinan kombinasi biner antara 00000000 sd 11111111.
3. Bilangan Oktal
Bilangan Oktal adalah bilangan berbasis 8 yang memiliki suku angka 0,1,2,3,4,5,6,dan 7. Bilangan ini sering dipakai dalam pengolahan data digital karena kemudahannya dalam konversi ke biner dan sebaliknya. Karena oktal merupakan bilangan berbasis delapan yang notabene adalah 23, sedangkan biner merupakan bilangan berbasis dua, maka konversi antara bilangan ini menjadi lebih sederhana.
4. Bilangan Hexa
Bilangan Hexa atau Hexadesimal adalah bilangan berbasis 16 yang memiliki suku angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 ditambah dengan A,B,C,D,E,F. Huruf tersebut ekuivalen dengan angka 10,11,12,13,14, dan 15.
Seperti bilangan Oktal, Hexadesimal memiliki kemudahan dalam konversi ke biner dan sebaliknya. Bedanya adalah pada bilangan oktal yang dikonversi adalah 3 bit biner, sedangkan bilangan pada hexa yang dikonversi adalah 4 bit biner.
Kalo kalian mau tau lebih dalam bisa klik ini yaa Konversi Bilangan
2. Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan berbasis dua, sehingga hanya memiliki dua suku angka yaitu 0 dan 1. Bilangan ini merupakan sistem yang paling efisien digunakan pada perangkat digital, karena dapat mewakili informasi digital High & Low, atau Benar (True) & Salah (False).
Angka-angka pada bilangan biner disebut sebagai bit. Anda mungkin sering mendengar istilah byte, dimana istilah itu sebenarnya berarti 8 bit. artinya, sebuah byte memiliki kemungkinan kombinasi biner antara 00000000 sd 11111111.
3. Bilangan Oktal
Bilangan Oktal adalah bilangan berbasis 8 yang memiliki suku angka 0,1,2,3,4,5,6,dan 7. Bilangan ini sering dipakai dalam pengolahan data digital karena kemudahannya dalam konversi ke biner dan sebaliknya. Karena oktal merupakan bilangan berbasis delapan yang notabene adalah 23, sedangkan biner merupakan bilangan berbasis dua, maka konversi antara bilangan ini menjadi lebih sederhana.
4. Bilangan Hexa
Bilangan Hexa atau Hexadesimal adalah bilangan berbasis 16 yang memiliki suku angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 ditambah dengan A,B,C,D,E,F. Huruf tersebut ekuivalen dengan angka 10,11,12,13,14, dan 15.
Seperti bilangan Oktal, Hexadesimal memiliki kemudahan dalam konversi ke biner dan sebaliknya. Bedanya adalah pada bilangan oktal yang dikonversi adalah 3 bit biner, sedangkan bilangan pada hexa yang dikonversi adalah 4 bit biner.
Kalo kalian mau tau lebih dalam bisa klik ini yaa Konversi Bilangan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar